📅 13 February 2017

PEMAHAMAN TERHADAP BUDAYA MELAYU SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DALAM MENGURANGI KONFLIK INDONESIA-MALAYSIA

Exsplorasi: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Universitas Slamet Riyadi

📄 Abstract

Indonesia dan Malaysia merupakan negara serumpun Melayu namun hubungannya sering mengalami pasang surut seperti roller coaster. Hubungan bilateral ini sangat penting mengingat potensi konflik kemungkinan bisa muncul kapan saja yang disebabkan karena kekurangsepahaman. Rumusan masalah yang muncul adalah bagaimana Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) dapat menjadi agen dalam diplomasi warga untuk meningkatkan pemahaman tentang budaya Melayu. Tujuan penelitiannya adalah 1. Deskripsi tentang budaya Melayu dan pemetaannya di seluruh dunia, 2. Menjelaskan tentang latar belakang dan tujuan dari Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) dan aktivitasnya dalam mempertahankan budaya Melayu, 3. Menjelaskan tentang diplomasi warga. Penelitian ini menggunakan teori diplomasi warga. Metode penelitiannya adalah deskriptif kualitatif dengan obyek penelitiannya adalah Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM). Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Dari analisis data diketahui bahwa Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) melakukan kegiatan secara online dan offline dalam pelestarian budaya Melayu. Kesimpulannya bahwa kedua aktivitas tersebut sangat penting.Kata kunci: budaya Melayu, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, diplomasi warga

â„šī¸ Informasi Publikasi

Tanggal Publikasi
13 February 2017
Volume / Nomor / Tahun
Volume 29, Nomor 1, Tahun 2017

📝 HOW TO CITE

Harini, Setyasih, "PEMAHAMAN TERHADAP BUDAYA MELAYU SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DALAM MENGURANGI KONFLIK INDONESIA-MALAYSIA," Exsplorasi: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, vol. 29, no. 1, Feb. 2017.

ACM
ACS
APA
ABNT
Chicago
Harvard
IEEE
MLA
Turabian
Vancouver

🔗 Artikel Terkait dari Jurnal yang Sama

📊 Statistik Sitasi Jurnal

Tren Sitasi per Tahun