Differences in Knowledge Levels in Providing Online Fire Simulations and Offline Fire Simulations at a Steel Manufacturing Company in Semarang

Jurnal Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Surakarta

📄 Abstract

Pendahuluan: Perusahaan manufaktur besi dan baja memiliki potensi bahaya kebakaran yang tinggi karena proses produksinya menggunakan suhu di atas 400°C. Oleh karena itu, kemampuan pekerja dalam menurunkan risiko kebakaran dan merespons keadaan darurat kebakaran sangat diperlukan.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen menggunakan desain pre-test dan post-test. Penelitian melibatkan 50 pekerja yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan pelatihan simulasi kebakaran secara online, sedangkan kelompok kedua mendapatkan pelatihan simulasi kebakaran secara offline. Kedua kelompok mengisi kuesioner pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik non-parametrik, yaitu uji Wilcoxon Signed Ranks dan uji Mann–Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah simulasi pada kedua kelompok (p < 0,05). Namun, peningkatan pengetahuan pada kelompok simulasi offline lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok simulasi online. Temuan ini menunjukkan bahwa simulasi kebakaran secara offline lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan pekerja dibandingkan simulasi online. Kesimpulan: Perusahaan disarankan untuk memprioritaskan simulasi kebakaran secara offline guna memperoleh hasil pembelajaran yang optimal.
 
 
Introduction: Iron and steel manufacturing companies have a high potential for fire hazards because their production processes use temperatures above 400°C. Therefore, the ability of workers to reduce fire risks and respond to fire emergencies is essential. Methods: This study is a quantitative study with a quasi-experimental method using a pre-test and post-test design. The study was conducted in June 2021, involving 50 workers divided into two groups. The first group received online fire simulation training, while the second group received offline fire simulation training. Both groups completed pre-test and post-test questionnaires. Data analysis was performed using non-parametric statistical tests, namely Wilcoxon Signed Ranks test and Mann–Whitney test. Results: The results showed a difference in knowledge levels before and after the simulation in both groups (p < 0.05). However, the increase in knowledge in the offline simulation group was higher than in the online simulation group. These findings indicate that offline fire simulations are more effective in increasing workers' knowledge than online simulations. Conclusion: Companies are advised to prioritize offline fire simulations in order to obtain optimal learning outcomes.

🔖 Keywords

#Fire drill; simulation; knowledge; occupational safety

ℹ️ Informasi Publikasi

Tanggal Publikasi
02 June 2026
Volume / Nomor / Tahun
Volume 19, Nomor 1, Tahun 2026

📝 HOW TO CITE

Fitriani, Zahra Nurdina; Setyaningsih, Yuliani; Denny, Hanifa Maher, "Differences in Knowledge Levels in Providing Online Fire Simulations and Offline Fire Simulations at a Steel Manufacturing Company in Semarang," Jurnal Kesehatan, vol. 19, no. 1, Jun. 2026.

ACM
ACS
APA
ABNT
Chicago
Harvard
IEEE
MLA
Turabian
Vancouver

🔗 Artikel Terkait dari Jurnal yang Sama

📊 Statistik Sitasi Jurnal

Tren Sitasi per Tahun