📅 02 June 2026
DOI: 10.23917/jk.v19i1.10027

Relationship of Age, Working Period, and Work Fatigue with Musculoskeletal Disorders (MSDs) Among Weaving Workers in Textile Industry

Jurnal Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Surakarta

📄 Abstract

Pendahuluan: Gangguan Muskuloskeletal (MSD) adalah gejala umum yang dialami oleh pekerja industri tekstil akibat aktivitas kerja berulang, postur statis, dan beban kerja fisik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, masa kerja, dan kelelahan kerja dengan gejala MSD di antara pekerja area tenun di industri tekstil. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan 100 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Nordic Body Map untuk menilai gejala MSD dan Fatigue Assessment Scale (FAS) untuk kelelahan kerja. Data dianalisis menggunakan Fisher Exact Test pada tingkat signifikansi 5%. Hasil: Temuan menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia dan gejala MSD (p = 0,067), sedangkan terdapat hubungan signifikan antara masa kerja (p = 0,040) dan kelelahan kerja (p = 0,009) dengan gejala MSD. Area tubuh yang paling banyak mengalami gejala adalah pinggang, bahu kanan, dan punggung. Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa periode kerja dan kelelahan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap gejala MSD, sedangkan usia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Oleh karena itu, disarankan agar intervensi ergonomis, rotasi pekerjaan, pelatihan postur, dan istirahat aktif diterapkan untuk mencegah dan mengurangi MSD di kalangan pekerja industri tekstil.
 
 
Introduction: Musculoskeletal Disorders (MSDs) are common complaints experienced by textile industry workers due to repetitive work activities, static postures, and high physical workload. This study aimed to analyze the relationship between age, working period, and work fatigue with MSDs complaints among weaving area workers in the textile industry. Methods: This quantitative research used a cross-sectional design with 100 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using the Nordic Body Map questionnaire to assess MSDs complaints and the Fatigue Assessment Scale (FAS) for work fatigue. Data were analyzed using the Fisher Exact Test at a 5% significance level. Results: The findings showed no significant relationship between age and MSDs complaints (p = 0.067), while there was a significant relationship between working period (p = 0.040) and work fatigue (p = 0.009) with MSDs complaints. The areas of the body that experience the most complaints are the waist, right shoulder and back. Conclusion: The study concludes that working period and work fatigue have a significant influence on MSDs complaints, while age does not show a significant association. Therefore, it is recommended that ergonomic interventions, job rotation, posture training, and active rest be implemented to prevent and reduce MSDs among textile industry workers.

🔖 Keywords

#Age; MSDs; work fatigue; working period

â„šī¸ Informasi Publikasi

Tanggal Publikasi
02 June 2026
Volume / Nomor / Tahun
Volume 19, Nomor 1, Tahun 2026

📝 HOW TO CITE

Irawan, Fery; Astuti, Dwi, "Relationship of Age, Working Period, and Work Fatigue with Musculoskeletal Disorders (MSDs) Among Weaving Workers in Textile Industry," Jurnal Kesehatan, vol. 19, no. 1, Jun. 2026.

ACM
ACS
APA
ABNT
Chicago
Harvard
IEEE
MLA
Turabian
Vancouver

🔗 Artikel Terkait dari Jurnal yang Sama

📊 Statistik Sitasi Jurnal

Tren Sitasi per Tahun