Dangers and Risks of Plastic Screen Printing Work in Bolon Village, Colomadu District, Karanganyar Regency, Central Java Province
π Abstract
Pendahuluan: Proses sablon dilakukan dengan posisi kerja duduk, serta menggunakan bahan kimia berupa tinta dan thiner dengan jam kerja mulai dari jam 07.00-17.00 bergantung dari jumlah plastik yang disablon. Semakin banyak jumlah plastik yang disablon akan semakin lama jam kerja yang digunakan. Penyablon akan menghadapi bahaya dari setiap aktivitas pekerjaannya. Risiko yang muncul adalah keracunan akibat penggunaan bahan kimia, mengalami gangguan musculoskeletal akibat bahaya ergonomis dan kelelahan kerja. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi dan studi literatur dengan triangulasi metode. Analisis data dalam penelitian meliputi: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/ verifikasi. Hasil: Hasil penelitian diketahui bahwa hazard yang timbul dari pekerjaan penyablon plastic adalah bahaya kimia dan bahaya ergonomis. Analisis risiko didapatkan resiko tinggi pada proses sablon plastik dengan resiko terjadi gejala susunan syaraf pusat dan gangguan pernafasan akibat paparan thiner sebagai pelarut, sedangkan risiko sedang untuk bahaya ergonomis dengan risiko terjadinya keluhan muskuloskeletal akibat sikap kerja yang tidak ergonomis dan beban puntir saat proses pengerjaan sablon. Simpulan: Bahaya potensial pada pekerjaan sablon adalah bahaya kimia dengan risiko tinggi dan resiko sedang untuk bahaya ergonomi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada para pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri respirator saat bekerja.
π Keywords
βΉοΈ Informasi Publikasi
π HOW TO CITE
Wartini; Ani, Nur; Puspito Sari, Dewi, "Dangers and Risks of Plastic Screen Printing Work in Bolon Village, Colomadu District, Karanganyar Regency, Central Java Province," Jurnal Kesehatan, vol. 17, no. 2, Sep. 2024.