๐Ÿ“… 30 April 2025
DOI: 10.26714/jipmi.v4i2.713

Edukasi Arti Penting Skrining HIV-AIDS, Sifilis dan Hepatitis-B pada Ibu Hamil di Kampung Yoka

Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Universitas Muhammadiyah Semarang

๐Ÿ“„ Abstract

Latar belakang: Tren kasus penularan HIV dan sifilis dari ibu ke anak tahun 2024 mengalami kenaikan pada ibu hamil. Infeksi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi janin tidak normal bahkan bisa menyebabkan kematian. Tujuan: Meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk melakukan tes sejak dini sebagai upaya pencegahan penularan. Metode: Pengabdian dilakukan dengan melakukan edukasi pada masyarakat melalui kegiatan ceramah, tanya jawab dan diskusi kelompok. Hasil: Sebanyak 15,4% umur ibu hamil antara 20-21 tahun; 70% berpendidikan SMA, 30% dengan usia kehamilan 8 minggu, 50% kelompok paritas pertama, dan 80% belum melakukan skrining HIV dan sifilis. Sebanyak 70% pengetahuan ibu hamil tentang arti penting skrining kesehatan dalam kategori โ€˜kurangโ€™ saat pre-test, namun meningkat menjadi โ€˜baikโ€™ secara keseluruhan (100%) pada hasil post-test. Kesimpulan: Kegiatan edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang arti penting skrining HIV, sifilis dan Hepatitis B, sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi informasi edukasi.
Kata kunci: edukasi, ibu hamil, HIV, HBsAg, sifilis, skrining kesehatan
___________________________________________________________________________
Abstract
Background: The trend of mother-to-child transmission of HIV and syphilis in pregnant women is projected to increase in 2024. These infections are hazardous because they can cause fetal abnormalities and even death. Objective: To raise awareness among pregnant women about early testing as an effort to prevent transmission. Method: Community service was conducted through educational initiatives, including lectures, Q&A sessions, and group discussions. Result: Some 15.4% of pregnant women were between 20 and 21 years old; 70% had a high school education, 30% were 8 weeks pregnant, 50% were in the first parity group, and 80% had not been screened for HIV and syphilis. Seventy percent of pregnant women's knowledge of the importance of health screening was in the 'poor' category during the pre-test, but increased to 'good' overall (100%) in the post-test results. Conclusion: Health education activities can increase pregnant women's knowledge of the importance of HIV, syphilis, and Hepatitis B screening, while also improving the quality of educational information communication.
Keywords: education, pregnant women, HIV, HBsAg, syphilis, health screening

๐Ÿ”– Keywords

#edukasi; ibu hamil; HIV; HBsAg; sifilis; skrining kesehatan

โ„น๏ธ Informasi Publikasi

Tanggal Publikasi
30 April 2025
Volume / Nomor / Tahun
Volume 4, Nomor 2, Tahun 2025

๐Ÿ“ HOW TO CITE

Mamoribo, Sherly; Wahyuti, Wahyuti; Adimuntja, Natalia; Ita, Nora; Mayor, Anita Feronika; Serliana, Fadila; Imbiri, Frits; Tambing, Yane; Yufuai, Agustina R, "Edukasi Arti Penting Skrining HIV-AIDS, Sifilis dan Hepatitis-B pada Ibu Hamil di Kampung Yoka," Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, vol. 4, no. 2, Apr. 2025.

ACM
ACS
APA
ABNT
Chicago
Harvard
IEEE
MLA
Turabian
Vancouver

๐Ÿ”— Artikel Terkait dari Jurnal yang Sama

๐Ÿ“Š Statistik Sitasi Jurnal

Tren Sitasi per Tahun