📄
Abstract
Foot oedema (FO) merupakan salah satu manisfestasi klinis pasien CongestiveHeart Failure (CHF) yang sangat menggangu penderitanya seperti susah untukberjalan dan beraktifitas. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh footelevation terhadap penurunan FO. Metode penelitian menggunakan quasieksperiment dengan pendekatan pre-posttest with control group design.Responden adalah pasien CHF yang mengalami FO yang dibagi menjadikelompok kontrol dan kelompok intervensi. Intervensi dilakukan dengan FE satukali sehari selama 3 hari. Responden diukur lingkar FO pada lingkar Angkle,Instep dan Metatarsal. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon dan MannWhitney. Sejumlah 48 responden memenuhi kriteria penelitian. Hasil padakelompok intervensi menunjukan lingkar angkle, instep, metatarsal pada kakikanan sebelum perlakuan dan hari ketiga dalam cm (27,8±1,8 vs 27,2±1,7),(27,7±1,7 vs 27,0±1,7), (27,2±1,6 vs 26,5±1,7) dan pada kaki kiri (27,8±1,7 vs27,2±1,6), (27,7±1,6 vs 26,9±1,6), (27,1±1,5 vs 26,3±1,6) dan selisih lingkarangkle, instep, metatarsal hari ketiga kaki kanan (0,52±0,31, 0,65±0,17,0,77±0,17) kaki kiri (0,59±0,18, 0,72±0,13, 0,74±0,41). Hasil analisismenunjukan bahwa ada perbedaan lingkar FO pada kelompok intervensi padahari pertama, kedua dan ketiga, dan menunjukan ada perbedaan yang bermaknaantara selisih lingkar FO (ΔP0-P3) pada pengukuran lingkar FO sebelumintervensi dengan hari ketiga antara kelompok kontrol dan intervensi.Kesimpulan penelitian adalah proses FE kaki efektif menurunkan lingkar footoedema pada pasien CHF. Perlu tindakan untuk penatalaksanaan FO dengan FEpada pasien yang mengalami FO.