The Philosophy of Existentialism: Individual Awareness in Indonesian Education: Filsafat Existentialisme: Kesadaran Individu dalam Pendidikan Indonesia
đź“„ Abstract
Ă‚Â
Filsafat eksistensialisme muncul didorong oleh keadaan dunia yang tidak menentu akibat perang dunia. Sehingga eksistensialisme hadir sebagai gerakan pemikiran yang menonjolkan subjektifitas dan kebebasan manusia. Studi ini memiliki tujuan untuk refleksi. Refleksi berarti proses memahami peristiwa dalam pikiran atau pengalaman yang dimiliki. Studi ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Studi ini memanfaatkan pencarian literatur. Proses pencarian literatur dimulai frasa kunci seperti “eksistensialisme”, “pendidikan” dan “kesadaran”. Manusia harus eksis yang artinya menyadari bahwa dia ada untuk menguasai dirinya dan bertindak atas nama dirinya. Filsafat eksistensialisme berbicara tentang keberadaan manusia, sedangkan berbicara tentang manusia berarti mempersoalkan masalah pendidikan. Setiap pribadi adalah unik yakni berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Menyadari hal tersebut menjadi penting bagi seorang siswa, orangtua, guru, kepala sekolah, anggota dewan, dan semua yang terlibat didalam pendidikan. Pendidikan diharapkan dapat mewujudkan “intensitas kesadaran” siswa. Sehingga sadar akan tanggungjawabnya untuk menentukan kehidupan yang akan dijalaninya sendiri.
đź”– Keywords
ℹ️ Informasi Publikasi
📝 HOW TO CITE
Purnama, Aditya Yoga; Putri, Agnesi Sekarsari; Saputri, Ragil, "The Philosophy of Existentialism: Individual Awareness in Indonesian Education: Filsafat Existentialisme: Kesadaran Individu dalam Pendidikan Indonesia," RADIANT: Journal of Applied, Social, and Education Studies, vol. 2, no. 3, Dec. 2021.