Klaim Artikel Anda
Verifikasi kepemilikan artikel akademik
Apakah artikel-artikel ini milik Anda?
Daftarkan diri Anda sebagai author untuk mengklaim artikel dan dapatkan profil akademik terverifikasi dengan fitur lengkap.
Badge Verifikasi
Profil terverifikasi resmi
Statistik Lengkap
H-index, sitasi, dan metrik
Visibilitas Tinggi
Tampil di direktori author
Kelola Publikasi
Dashboard artikel terpadu
Langkah-langkah Klaim Artikel:
- 1. Daftar akun author dengan email akademik Anda
- 2. Verifikasi email dan lengkapi profil
- 3. Login dan buka menu "Klaim Artikel"
- 4. Cari dan klaim artikel Anda
- 5. Tunggu verifikasi dari admin (1-3 hari kerja)
Menampilkan 1–2 dari 2 artikel
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KELOMPOK TANI ESTI MARTANI DI DESA SLOGOHIMO KECAMATAN SLOGOHIMO KABUPATEN WONOGIRI
Solidaritas
Vol 4
, No 2
(2021)
Peranan utama penyuluh pertanian lebih dipandang sebagai proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan bagi para petani, dan menolong petani mengembangkan wawasan mengenai konsekuensi dari masing masing pilihan tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran penyuluh pertanian dalam komunikasi kelompok pada Kelompok Tani Esti Martani di Desa Slogohimo Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskript...
Sumber Asli
Google Scholar
DIPLOMASI BILATERAL PENYELESAIAN SENGKETA PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA (Studi Kasus Camar Bulan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat)
Transformasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Vol 1
, No 28
(2017)
Background of this dispute is the annexation of territory taken by the Malaysian in Camar Bulan region in 2011-2012. This is done by the Malaysian because based on the covenant in Kinabalu (1975) and in Semarang (1978) in which the Malaysian side to enter the territory Camar Bulan as Outstanding Boundary Problem (OBP) region of Sarawak, Malaysia. Of the dispute, a peaceful solution chosen by both parties. Peaceful settlement made by Indonesia through bilateral diplomacy. In bilateral diplomacy,...
Sumber Asli
Google Scholar