Kalibrasi Arah Kiblat Masjid Agung Parepare Prespektif Fiqih dan Ilmu Falak
📄 Abstract
Keywords: Effectiveness; Harmony; Tolerance
Syekh Ali As-Shobuni dalam karyanya Tafsir Ayatul Ahkam menjelakan bahwa menurut Imam As-Syafi’i, kewajiban menghadap kiblat merupakan kewajiban muthlak manghadap ‘ainul ka’bah (bangunan ka’bah) baik bagi yang berada di dalam Masjidil Haram ataupun diluar masjidil haram. Adapun yang berada diluar Masjidil Haram dan tidak dapat melihat langsung ka’bah maka wajib mempelajari ilmu yang dapat dengan tepat dan akurat memberikan arah menghadap kiblat yakni Ilmu Falak. Eksistensi Ilmu Falak dan menyebarnya Ilmu Falak menjadi sebab kalibrasi arah kiblat masjid menjadi wajib, begitu juga Masjid Agung A.G.K.H. Abdul Rahman Ambo Dalle Kota Parepare. Kesimpulan awal peneliti berdasarkan pengukuran berbasis Google Earth arah kiblat Masjid Agung A.G.K.H. Abdul Rahman Ambo Dalle Kota Parepare melenceng ke arah selatan. Tujuan Penelitian ini yang mendeskripsikan penggunaan metode arah kiblat Masjid Agung A.G. KH. Abdul Rahman Ambo Dalle Kota Parepare dan menganalisis historis dan kalibrasi arah kiblat dengan hisab kontemporer menggunakan alat aplikasi Google Earth, tongkat istiwa’ dan theodholite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengukuran arah kiblat Masjid Agung Kota Parepare menggunakan metode Kompas. Kalibrasi arah kiblat berdasarkan metode Google Earth ditemukan kemelencengan arah kiblat. Adapun hasil kalibrasi dengan metode Tongkat Istiwa’ ditemukan kemelencengan arah kiblat sebesar 5o 30’. Hasil Kalibrasi Arah Kiblat dengan metode theodholite ialah 6o. Berdasarkan 3 metodologi tersebut disimpulkan bahwa arah kiblat masjid agung kota parepare tidak akurat.
Kata kunci: Efektifitas; Kerukunan; Toleransi
🔖 Keywords
ℹ️ Informasi Publikasi
📝 HOW TO CITE
Faiz, ABD. Karim, "Kalibrasi Arah Kiblat Masjid Agung Parepare Prespektif Fiqih dan Ilmu Falak," JURNAL IQTISAD: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia, vol. 9, no. 2, Dec. 2022.