Klaim Artikel Anda
Verifikasi kepemilikan artikel akademik
Apakah artikel-artikel ini milik Anda?
Daftarkan diri Anda sebagai author untuk mengklaim artikel dan dapatkan profil akademik terverifikasi dengan fitur lengkap.
Badge Verifikasi
Profil terverifikasi resmi
Statistik Lengkap
H-index, sitasi, dan metrik
Visibilitas Tinggi
Tampil di direktori author
Kelola Publikasi
Dashboard artikel terpadu
Langkah-langkah Klaim Artikel:
- 1. Daftar akun author dengan email akademik Anda
- 2. Verifikasi email dan lengkapi profil
- 3. Login dan buka menu "Klaim Artikel"
- 4. Cari dan klaim artikel Anda
- 5. Tunggu verifikasi dari admin (1-3 hari kerja)
Menampilkan 1–5 dari 5 artikel
LITERATUR REVIEW PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENURUNAN KADAR BILIRUBIN
Atik, Nur Sri
; Susilowati, Endang
; Kristinawati, Kristinawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum
Vol 8
, No 1
(2023)
Peningkatan kadar bilirubin atau hiperperbilirubinemia merupakan masalah yang sering terjadi pada bayi baru lahir terlebih bayi dengan berat lahir rendah dengan penyebab multi faktor. Pewarnaan kuning pada sklera, kulit dan membran mukosa merupakan gejala klinis yang umum terjadi. Penanganan hiperbilirubinemia menggunakan beberapa terapi standar yaitu foto terapi, transfusi tukar atau kombinasi foto terapi dan transfusi tukar serta pijat bayi untuk mencegah terjadinya encephalopathy atau kernict...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
10 Sitasi
ANALISIS HUBUNGAN APGAR KELUARGA DENGAN SIKAP SISWA TENTANG PERNIKAHAN USIA ANAK DI SMK TARUNATAMA KAB. SEMARANG DI MASA PANDEMI COVID-19
Susilowati, Endang
; Atik, Nur Sri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum
Vol 6
, No 1
(2021)
Undang-undang No 16 Tahun 2019 tentang perkawinan sudah menetapkan bahwa batas minimal umur perkawinan, yaitu 19 tahun. Pada tahun 2018, anak perempuan di Indonesia yang menikah adalah 1 dari 9 anak perempuan. Diperkirakan 1.220.900 yang menikah sebelum berusia 18 tahun. Menempatkan Indonesia pada 10 negara dengan angka absolut perkawinan anak tertinggi di dunia. Jumlah pernikahan di Kabupaten Semarang berdasarkan data BPS tahun 2019 sebanyak 7830, di Kecamatan Getasan sejumlah 343 berdasarkan d...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA SISWA SMK KABUPATEN SEMARANG
Atik, Nur Sri
; Susilowati, Endang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum
Vol 5
, No 2
(2021)
Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi belum memadai, yang dapat dilihat dengan hanya 35,3% remaja perempuan dan 31,2 % remaja laki-laki usia 15-19 tahun mengetahui bahwa perempuan dapat hamil dengan satu kali berhubungan seksual. Fakta ini mencerminkan kurangnya pemahaman remaja tentang risiko hubungan seksual serta kemampuan untuk menolak hubungan yang tidak mereka inginkan. Jika para remaja tersebut tidak memilik...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS DENGAN PERILAKU KUNJUNGAN NIFAS DI PUSKESMAS KALIWUNGU
Atik, Nur Sri
; Wandal, Nanchy Y R L
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum
Vol 4
, No 2
(2020)
Masalah tingginya AKI (Angka Kematian Ibu) masih belum teratasi dengan baik karena AKI pada tahun 2018 masih tinggi yaitu 305/100.000 kelahiran hidup dan terbanyak adalah pada ibu nifas. Untuk mengatasi AKI pada masa nifas salah satunya dengan melakukan kunjungan nifas. Dari tahun 2015-2016 cakupan kunjungan nifas mengalami penurunan 2,23% dan perilaku kunjungan nifas di Puskesmas Kaliwungu termasuk rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pengetahuan.Hasil study pendahuluan bulan Okto...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
GAMBARAN ANALISIS SUMBER DAYA DALAM IMPLEMENTASI PERAWATAN METODE KANGURU (PMK) PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUMAH SAKIT
atik, nur sri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum
Vol 4
, No 1
(2020)
Rumah sakit sebagai institusi yang melakukan upaya rujukan harus mampu mengelola BBLR termasuk didalamnya PMK (Perawatan Metode kanguru). PMK tidak memerlukan fasilitas khusus yang sederhana dapat membuat ibu lebih nyaman tinggal di RS. PMK tidak memerlukan tambahan tenaga yang melebihi dari perawatan dengan menggunakan metode konvensional. Dalam pengelolaannya perawatan metode kanguru bisa sangat bervariasi di masing-masing RS. Faktor sumber daya yang memadai, baik sumber daya manusia maupun su...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI