Klaim Artikel Anda
Verifikasi kepemilikan artikel akademik
Apakah artikel-artikel ini milik Anda?
Daftarkan diri Anda sebagai author untuk mengklaim artikel dan dapatkan profil akademik terverifikasi dengan fitur lengkap.
Badge Verifikasi
Profil terverifikasi resmi
Statistik Lengkap
H-index, sitasi, dan metrik
Visibilitas Tinggi
Tampil di direktori author
Kelola Publikasi
Dashboard artikel terpadu
Langkah-langkah Klaim Artikel:
- 1. Daftar akun author dengan email akademik Anda
- 2. Verifikasi email dan lengkapi profil
- 3. Login dan buka menu "Klaim Artikel"
- 4. Cari dan klaim artikel Anda
- 5. Tunggu verifikasi dari admin (1-3 hari kerja)
Menampilkan 1–2 dari 2 artikel
MADRASAH: FROM EARLY TIME TO NIZHAMIAH (Sejarah Sosial dan Kelembagaan Pendidikan Islam)
Harahap, Arfiansyah
Jurnal Progress: Wahana kreativitas dan Intelektualitas
Vol 6
, No 1
(2018)
Abstrak Perkembangan Pendidikan Islam secara kelembagaan dari zaman klasik islam sampai saat ini tampak berbagai bentuk yang bervariasi, disamping lembaga bersifat umum seperti: kuttab, masjid, dan lembaga-lembaga yang mencerminkan kekhasan islam dan kemudian berkembang menjadi Madrasah. Madrasah menjadi pokok permasalahan tersendiri dan begitu menarik untuk dibahas dalam menjadi bahan pembicaraan tentang madrasah, Kebangkitan madrasah merupakan awal dari bentuk pelembagaan pendidikan Islam sec...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
METODOLOGI PENELITIAN GENDER (Studi terhadap Metodologi Pemikiran Amina Wadud dalam Inside the Gender Jihad)
Harahap, Arfiansyah
JURNAL IQTISAD: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia
Vol 4
, No 1
(2017)
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat setiap orang tanpa membedakan jender, baik pria maupun wanita. Akan tetapi sejalan dengan perkembangan zaman, scrupture agama menjadi multitafsir yang mengagungkan jender tertentu dan merendahkan lainnya. Ketimpangan peran sosial berdasarkan jender (gender inequality) dianggap sebagai divine creation, segalanya bersumber dari Tuhan. Berbeda dengan persepsi para feminis yang menganggap ketimpangan itu semata-mata sebagai konstru...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI