Correlation between junk food consumption and caffeinated beverages on the nutritional status among college on food technology student in Slamet Riyadi University, Indonesia : Hubungan pola konsumsi junk food dan minuman berkafein terhadap status gizi mahasiswa teknologi pangan di Universitas Slamet Riyadi, Indonesia

Agrobioteknologi
Universitas Slamet Riyadi

📄 Abstract

Nutritional problems during the growth phase of adolescent are mostly caused by consumption patterns. The most commonly used eating patterns during adolescent are foods that are high in calories, fat, sugar and salt. The habits of an unhealthy eating pattern can affect nutritional status. The foods most consumed by adolescent are often junk food and caffeinated beverages. All kinds of food and drinks are easily found around campuses surrounded by student. The purpose of this study was to determine the relationship between junk food consumption and caffeinated beverages to the nutritional status of students of the Faculty of Technology and Food Industry at Slamet Riyadi University, Surakarta. The respondents involved were students aged 18-24 years. Data was collected using a questionnaire and interview to the student. Data were analyzed using Chi-Square test. The results showed that factor affecting the nutritional status of student was mother’s education (p=0,000) and father’s education (p=0.000). Factors that do not affect nutritional status were energy intake (p=0.545), protein (p=0.085), fat (p=0.204) and carbohydrate (p=0.112), the amount of pocket money (p=0.310), the consumption level of junk food (p=0.671) and caffeinated drinks (p=0.535). The results showed that there was no significant relationship between the consumption patterns of junk food and caffeinated drinks on the nutritional status of students of the Faculty of Food Technology and Industry at Slamet Riyadi University, Surakarta.
Permasalahan gizi yang terjadi saat pertumbuhan fase remaja lebih banyak disebabkan karena pola konsumsi.  Pola makan yang sering diterapkan pada masa remaja adalah makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam. Pola makan yang tidak sehat dapat mempengaruhi status gizi seseorang. Makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh kalangan remaja masuk dalam kategori junk food dan juga minuman berkafein. Makanan dan minuman kategori ini mudah ditemukan di sekitar kampus yang dikelilingi mahasiswa. Tujuan pada penelitian ini ialah menentukan hubungan pola konsumsi junk food dan minuman berkafein terhadap status gizi mahasiswa Fakultas Teknologi dan Industri Pangan di Universitas Slamet Riyadi, Surakarta. Responden yang terlibat ialah mahasiswa berusia 18-24 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara kepada mahasiswa. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi status gizi mahasiswa adalah pendidikan ibu (p=0.000) dan pendidikan ayah (p=0.000). faktor yang tidak mempengaruhi status gizi ialah asupan energi (p=0.545), protein (p=0.085), lemak (p=0.204) and karbohidrat (p=0.112), jumlah uang saku (p=0.310), tingkat konsumsi junk food (p=0.671) dan minuman berkafein (p=0.535). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi junk food dan minuman berkafein terhadap status gizi mahasiswa Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi, Surakarta.

🔖 Keywords

#pola konsumsi; junk food; minuman berkafein; status gizi

ℹ️ Informasi Publikasi

Tanggal Publikasi
13 December 2025
Volume / Nomor / Tahun
Volume 2, Nomor 2, Tahun 2025

📝 HOW TO CITE

Cantikawanti, Aninda Putri; Widanti, Yannie Asrie; Suhartatik, Nanik, "Correlation between junk food consumption and caffeinated beverages on the nutritional status among college on food technology student in Slamet Riyadi University, Indonesia : Hubungan pola konsumsi junk food dan minuman berkafein terhadap status gizi mahasiswa teknologi pangan di Universitas Slamet Riyadi, Indonesia," Agrobioteknologi, vol. 2, no. 2, Dec. 2025.

ACM
ACS
APA
ABNT
Chicago
Harvard
IEEE
MLA
Turabian
Vancouver

🔗 Artikel Terkait dari Jurnal yang Sama

Effect of inulin as thickener agent and purple sweet potato extract on the characteristics of Aloe vera jam : Pengaruh konsentrasi pengental inulin dan ekstrak ubi jalar ungu terhadap karakteristik selai lidah buaya (Aloe vera)

Wahyu Sasono; Karyantina, Merkuria; Suhartatik, Nanik

20 Dec 2025

Characteristics of red sorgum flour ice cream cones (Sorghum bicolor L) and seaweed puree (Eucheuma cottonii): Karakteristik cone es krim tepung sorgum merah (Sorghum bicolor L) dan puree rumput laut (Eucheuma cottonii)

Kusumawati, Latifa Jihan; Nuraini, Vivi; Mustofa, Akhmad

20 Dec 2025

Fortification of elephant ginger extract (Zingiber officinale var Roscoe) in the production of mochi with variations of glutinous rice flour – white sweet potato flour (Ipomea batatas L): Fortifikasi ekstrak jahe gajah (Zingiber officinale var Roscoe) dalam pembuatan mochi dengan variasi tepung ketan-tepung ubi jalar putih (Ipomea batatas L)

Anggraini, Nanda; Nuraini, Vivi; Karyantina, Merkuria

13 Dec 2025

Burger bun with a mocaf flour (modified cassava flour) substitution and puree bit (Beta vulgaris L) as a source of dietary fiber: Roti burger dengan substitusi tepung mocaf (modified cassava flour) dan penambahan puree bit (Beta vulgaris L) sebagai sumber serat

Annganing, Elysa Dwi; Widanti, Yannie Asrie; Nuraini, Vivi

28 Nov 2025

Effect of corn extract percentage (Zea mays L.) and variation of nitrogen sources on the quality of nata de corn: Pengaruh konsentrasi ekstrak jagung (Zea mays L.) dan variasi sumber nitrogen terhadap kualitas nata de corn

Priyanti, Dita Cahya; Widanti, Yannie Asrie; Karyantina, Merkuria

28 Nov 2025

The effect of drying time and maceration temperature on the anthocyanin content of telang flower extract (Clitoria ternatea L.): Pengaruh lama pengeringan dan suhu maserasi terhadap kadar antosianin ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.)

Febrianto, Eko; Suhartatik, Nanik; Karyantina, Merkuria

11 May 2025

📊 Statistik Sitasi Jurnal

Tren Sitasi per Tahun