📅 31 October 2025
DOI: 10.59744/jumeha.v5i2.129

Pengaruh Pemberian Obat Anti Tuberkulosis terhadap Jumlah BTA Pasien Tuberkulosis di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan

📄 Abstract

Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri penyebab infeksi tuberculosis. Kasus tuberculosis di Indonesia menempati posisi kedua didunia setelah India. Dinkes Kabupaten Pekalongan mencatat 478 kejadian kasus tuberkulosis pada tahun 2023, dan 1.967 kasus selama tahun 2024 Pengobatan tuberculosis dilakukan dengan penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang merupakan komponen utama dalam penatalaksanaan penyakit TB. OAT berperan penting dalam memutus rantai penularan 3wsserta mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil Basil Tahan Asam (BTA) pada penderita tuberkulosis paru di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan setelah menjalani pengobatan menggunakan OAT pada bulan ke-2, ke-5, dan ke-6. Responden  yang digunakan pada penelitian ini berasal dari 13 pasien RSUD Kraton  yang sedang menjalani pengobatan dengan OAT. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 13 responden yang diteliti, diketahui bahwa seluruh sampel telah menunjukkan hasil negatif pada pengobatan  bulan ke-2, bulan ke-5, dan bulan ke-6. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan OAT terbukti efektif untuk infeksi TB, dibuktikan dengan temua negatif pada semua responden yang diteliti pada pengobatan dengan OAT bulan ke-2, ke-5, dan ke-6.

ℹ️ Informasi Publikasi

Tanggal Publikasi
31 October 2025
Volume / Nomor / Tahun
Volume 5, Nomor 2, Tahun 2025
Halaman
99-105

📝 HOW TO CITE

Fadhilah Putri Apriliani; Mulia Susanti, "Pengaruh Pemberian Obat Anti Tuberkulosis terhadap Jumlah BTA Pasien Tuberkulosis di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan," Unknown Journal, vol. 5, no. 2, pp. 99-105, Oct. 2025.

ACM
ACS
APA
ABNT
Chicago
Harvard
IEEE
MLA
Turabian
Vancouver

🔗 Artikel Terkait dari Jurnal yang Sama

📊 Statistik Sitasi Jurnal