📅 31 October 2008
DOI: 10.36499/jim.v4i2.607

INAKTIVASI ENZIMATIS PADA PRODUKSI LINAMARIN DARI DAUN SINGKONG SEBAGAI SENYAWA ANTI NEOPLASTIK

Majalah Ilmiah Momentum
Universitas Wahid Hasyim

📄 Abstract

Singkong juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu merupakan salah
satu sumber bahan pangan terpenting di negara-negara tropis dan negara
berkembang. Saat ini Indonesia termasuk sebagai negara penghasil
singkong terbesar ketiga di dunia. Singkong merupakan tanaman yang
memiliki kandungan senyawa cyanogen. Senyawa cyanogen pada tanaman
singkong berupa senyawa glukosida cyanogen yang terdiri dari linamarin
dan lotaustralin. Senyawa glukosida cyanogenik pada tanaman singkong
sebagian besar terakumulasi pada daun, batang dan kulit umbinya. Senyawa
glukosida cyanogenik, dengan adanya enzim linamarase (ÃŽÂ˛ glukosidase),
akan terhidrolisa menjadi acetocyanohidrin. Selanjutnya cyanohidrin akan
terurai menjadi hidrogen cyanida. Linamarin memiliki sifat-sifat yang dapat
menjadikannya sebagai kandidat yang baik sebagai senyawa antineoplastik
(antikanker). Linamarin disebut juga sebagai nitrilosida yang memiliki
kandungan vitamin B17 yang diharapkan pada proses hidrolisis dapat
menghasilkan senyawa cytotoksik yakni HCN. Sel neoplastik (sel kanker)
yang kekurangan akan enzim detoksifikasi tetapi kaya akan enzim hidrolase
akan terpapar terhadap efek lethal dari cyanida yang dilepaskan oleh
linamarin. Seiring dengan meningkatnya peran senyawa fitokimia dalam
industri farmasi, dan mengingat ketersediaan bahan baku yang melimpah
serta potensi linamarin sebagai senyawa antineoplastik, perlu
dikembangkan proses produksi linamarin dari daun singkong sebagai salah
satu upaya diversifikasi produk tanaman singkong dan pengadaan senyawa
aktif bagi industri farmasi. Linamarin dapat diproduksi melalui proses
inaktivasi enzim linamarase dan proses ekstraksi menggunakan ekstraktor
inaktivasi enzim dengan solvent asam. Solven berupa larutan asam akan
berfungsi ganda, menginaktivasi enzim sekaligus mengekstrak linamarin.
Proses inaktivasi enzim menggunakan solvent asam diketahui memiliki
beberapa keuntungan, yaitu: proses ini meringkas proses inaktivasi dan
ekstraksi sekaligus serta yield yang dihasilkan lebih tinggi karena linamarin
diharapkan tidak terkonversi menjadi acetocyanohid enzimatis.
Kata Kunci: anti neoplastik; daun singkong; inaktivasi; linamarin

â„šī¸ Informasi Publikasi

Tanggal Publikasi
31 October 2008
Volume / Nomor / Tahun
Volume 4, Nomor 2, Tahun 2008

📝 HOW TO CITE

Hartati, I.; Kurniasari, L.; Yulianto, M. E., "INAKTIVASI ENZIMATIS PADA PRODUKSI LINAMARIN DARI DAUN SINGKONG SEBAGAI SENYAWA ANTI NEOPLASTIK," Majalah Ilmiah Momentum, vol. 4, no. 2, Oct. 2008.

ACM
ACS
APA
ABNT
Chicago
Harvard
IEEE
MLA
Turabian
Vancouver

🔗 Artikel Terkait dari Jurnal yang Sama

📊 Statistik Sitasi Jurnal

Tren Sitasi per Tahun