📅 20 April 2012
DOI: 10.36499/jim.v8i1.283

PENGARUH PREKLORINASI TERHADAP PROSES START UP PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAPIOKA SISTEM ANAEROBIC BAFFLED REACTOR

Majalah Ilmiah Momentum
Universitas Wahid Hasyim

📄 Abstract

Tingginya kandungan sianida dalam limbah cair tapioka ditengarai dapatmenjadi inhibitor bagi proses pengolahan biologi. Keberadaan sianida dapatmengakibatkan lebih lamanya waktu start up diperlukan untuk memperolehkultur bakteri dalam reaktor anaerob yang dapat bekerja stabil menurunkankadar polutan dan memperlambat proses dekomposisi senyawa organik. Kajianmengenai pengaruh preklorinasi fresh feed terhadap proses start up operasiAnaerobic Baffled Reactor 2 baffle perlu dilakukan. Penelitian ini terbagimenjadi 3 tahapan utama yaitu inokulasi benih lumpur, preklorinasi fresh feeddan operasi start up secara batch sampai tercapai kadar COD efluen yangstabil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair tapioka dengan CODinfluen 8000 mg/L dan pH 4,84 memerlukan 9 hari start up dengan COD efluen954 mg/L. Peningkatan pH influen menjadi 8 mampu menghasilkan kadar CODefluen 347 mg/L dalam 6 hari start up. Preklorinasi terhadap fresh feed denganpenambahan kalsium hipoklorit berdasar perbandingan rasio mol klor dansianida sebesar 1:1 dapat mengurangi waktu start up hingga hanya menjadi 5hari dan menurunnya COD efluen hingga mencapai kadar 230 mg/L.Kata kunci: Tapioca wastewater; Anaerobic Baffled Reactor; startup; prechlorination

â„šī¸ Informasi Publikasi

Tanggal Publikasi
20 April 2012
Volume / Nomor / Tahun
Volume 8, Nomor 1, Tahun 2012

📝 HOW TO CITE

Mulyani, H; Sasongko, S B; Soetrisnanto, D, "PENGARUH PREKLORINASI TERHADAP PROSES START UP PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAPIOKA SISTEM ANAEROBIC BAFFLED REACTOR," Majalah Ilmiah Momentum, vol. 8, no. 1, Apr. 2012.

ACM
ACS
APA
ABNT
Chicago
Harvard
IEEE
MLA
Turabian
Vancouver

🔗 Artikel Terkait dari Jurnal yang Sama

📊 Statistik Sitasi Jurnal

Tren Sitasi per Tahun