ASOSIASI EROTISME DALAM LAGU CAMPURSARI ‘CUCAK RAWA’

JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, serta Pengajarannya
Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

📄 Abstract

Lagu campursari Cucakrawa sangat dekat di telinga masyarakat Jawa, karena lagu tersebut mudah dihafalkan dan memiliki nuansa musik yang membuat orang mudah berdendang. Namun demikian, dari segi bahasa di dalamnya, terdapat nuansa erotisme atau pornografi yang mudah dipahami oleh kalangan dewasa. Sebagian masyarakat yang paham dan kurang suka dengan lagu tersebut, mengatakan sebagai lagu yang “saru” karena berbau pornografi. Dalam tulisan ini ditunjukkan aspek bahasa dari tinjauan semantik dan semiotika, tentang makna asosiasi dan beberapa tanda yang mendukungnya. Beberapa tanda bahasa yang dijadikan media asosiasi terkait dengan konteks “seks” dapat ditunjukkan dengan jelas, dan sebenarnya sangat mudah dipahami oleh kalangan dewasa. Dalam analisis ditemukan beberapa tanda, seperti kata manuk ‘burung’, buntut ‘ekor’, digoyang ser aduh penakke ‘digoyang ser aduh nikmatnya’, dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan lagu campur sari yang lain, yang kebanyakan memberikan ajaran moral, lagu campursari Cucakrawa dapat dimasukkan dalam lagu hiburan yang kurang memberikan ajaran moral dan berbau “pornografi”.

ℹ️ Informasi Publikasi

Tanggal Publikasi
21 October 2019
Volume / Nomor / Tahun
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2019

📝 HOW TO CITE

Sunarya, Sunarya; , "ASOSIASI EROTISME DALAM LAGU CAMPURSARI ‘CUCAK RAWA’," JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, serta Pengajarannya, vol. 1, no. 2, Oct. 2019.

ACM
ACS
APA
ABNT
Chicago
Harvard
IEEE
MLA
Turabian
Vancouver

🔗 Artikel Terkait dari Jurnal yang Sama

📊 Statistik Sitasi Jurnal