Kecemasan Memperoleh Pasangan Hidup pada Penyandang Cacat Tubuh
đ Abstract
Hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa penyandang cacat mengalami kecamasan akan penolakan keluarga dan lingkungan pasangannya, usia yang ssemakin bertambah dan belum memiliki gambaran yang jelas mengenai pasangan, cemas akan ditinggalkan oleh pasangannya, tidak dapat memiliki keturunan, cemas jika tidak memperoleh pasangan hidup yang kondisi fisiknya lebih baik daripada kondisinya.
Gejala fisik yang dialami yaitu : mudah marah, sulit tidur, tidur tidak nyenyak, tidak nafsu makan, jantung berdebar-debar, kaget, badan terasa panas dingin, tidak enak badan, pusing, masuk angin, kondisi kesehatan menurun. Sedangkan gejala psikologis yang dialami oleh penyandang cacat yaitu : gelisa, kurang konsentrasi, murung, sensitif, kurang bersemangat, malah beraktivitas, bersikap dingin paa lawaan jenis, dan ketakutan.
faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam memperoleh pasangan hidup pada penyandang cacat yaitu kondisi fisik, trauma, conditioning, dan lingkungan. Cara mengatasi masalah yang dilakukan yaitu Escapismatai penolakan, minimazitarion atau pengurangan beban masalah, self blame atau penyalahan diri sendiri, seeking meaning atau pencarian makna dan intrumental action.
đ Keywords
âšī¸ Informasi Publikasi
đ HOW TO CITE
Rifayani, Hastuti, "Kecemasan Memperoleh Pasangan Hidup pada Penyandang Cacat Tubuh," Jurnal Talenta Psikologi, vol. 1, no. 1, Feb. 2012.