TERAPI WICARA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA ANAK CEREBRAL PALSY DI RUMAH ASUH & RUMAH BELAJAR PNTC KARANGANYAR
đ Abstract
Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang kemudian dituangkan dalam metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam mengenai kegiatan pelayanan terapi wicara yang dilakukan oleh PNTC Karanganyar. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, terdiri dari 1 orang terapis wicara, 2 anak CP dan 2 orang tua klien. Instrumen penelitian menggunakan Teori Prosedur Kerja Terapis Wicara yang dikemukakan oleh Bambang Setyono dan Teori Pola Interaksi Sosial yang dikemukakan oleh Kusmono Hadi dkk.
Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan interaksi sosial subyek penelitian mengalami perkembangan setelah diberi terapi wicara. Subyek yang semula kurang ekspresif, kurang bisa berkomunikasi, kurang bisa mengulang kata-kata yang diucakan orag lain, kurang bisa mengenal nama -nama benda disekitarnya setelah diberi terapi wicara mengalami peningkatan, subyek lebih ekspresif, merespon ucapan orang lain, perbendaharaan kata lebih banyak, dapat mengenal kata- kata benda yang ada disekitarnya. Hal ini membuktikan bahwa terapi wicara efektif dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada anak penyandangcerebral palsy.
đ Keywords
âšī¸ Informasi Publikasi
đ HOW TO CITE
WIDIANTO, AGUSTINUS KRIS, "TERAPI WICARA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA ANAK CEREBRAL PALSY DI RUMAH ASUH & RUMAH BELAJAR PNTC KARANGANYAR," Jurnal Talenta Psikologi, vol. 7, no. 2, Jul. 2020.