PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGRAJIN SANGKAR BURUNG DI KELURAHAN MOJOSONGO OLEH DINAS KOPERASI USAHA KECIL MENENGAH KOTA SURAKRTA
π Abstract
Penelitian tentang Peran Pemerintah Kota dan Partisipasi Pelaku Usaha dalam
mengembangkan UMKM Sangkar Burung di Kelurahan Mojosongo bertujuan untuk
mendeskripsikan peran Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (DINKOP) dalam program
pemberdayaan masyarakat Pengrajin Sangkar Burung. Penelitian ini di latar belakangi sudah
terkenal luas mengenai produk sangkar burung yang berkualitas serta keindahan seni ukir dan
gambarnya sehingga permintaan pasar yang banyak dan pengrajin juga sudah mendapatkan
program pemberdayaan dari DINKOP Kota Surakarta akan tetapi keadaan di lapangan masih
banyak di temukan pengrajin sangkar burung yang masih kurang sejahtera. Program
pemberdayaan tersebut merupakan implementasi dari paradigma Good Governance dianalisis
dengan 4 indikator pemberdayaan masyarakat, menurut Sumadyo dan Mardikanto dalam Totok
dan Poerwoko (2015:113) meliputi : Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan dan Bina
Kelembagaan.
Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Kelurahan
Mojosongo. Pengumpulan data dengan teknik wawancara dan analisis dokumen, penentuan
informan dengan menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Validitas data
menggunakan teknik triangulasi data, sedangkan analisis data menggunakan jenis model analisis
interaktif.
Penelitian ini menunjukkan hasil upaya pemberdayaan pengrajin sangkar burung oleh
DINKOP sudah dilakukan namun belum optimal. Hal ini dapat di indiksikan dengan adanya
program Γ’β¬β program pemberdayaan pengrajin meliputi pembinaan industri, pendidikan dan
pelatihan namun untuk hasilnya belum maksimal karena banyak pengrajin merasa program
tersebut belum tepat sasaran. Perizinan, sudah optimal hampir seluruh anggota paguyuban
pengrajin sangkar burung sudah mempunyai izin usaha. Pembukuan keuangan juga belum semua
pengrajin melakukan secara akuntansi keuangan. Sarana dan Prasarana sudah di berikan tetapi
kurang merata serta tidak tepat sasaran. Industri sangkar burung telah memberdayaakan
masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja tetapi sangatlah minim serta belum melakukan pengolahan
hasil limbah industri meningat limbah yang sedikit. Sudah terbentuknya wadah bagi pengrajin
sangkar burung baik tingkat Kelurahan dan tingkat Kota Surakarta dimana wadah tersebut berguna
dalam keberlangsungngan usaha yang baik dan efektif.
Kesimpulannya adalah diharapkan program pemberdayaan dari pemerintah tetap dilakukan
dan di kembangkan dengan inovasi Γ’β¬βinovasi baru supaya program menjadi tepat sasaran dan
berguna sehingga terbentuknya usaha sangkar burung yang berkelanjutan.
Kata kunci : Pemberdayaan Masyarakat,UMKM, Pengrajin Sangkar Burung.
βΉοΈ Informasi Publikasi
π HOW TO CITE
Febriyitno, Febriyitno; Winarni, Liliek; Suhita, Damayanti, "PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGRAJIN SANGKAR BURUNG DI KELURAHAN MOJOSONGO OLEH DINAS KOPERASI USAHA KECIL MENENGAH KOTA SURAKRTA," Solidaritas, vol. 4, no. 1, Mar. 2021.