EFEKTIFITAS PERAN DUTA CUCI TANGAN SEBAGAI IMPLEMENTASI PENGURANGAN RISIKO INFEKSI PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM BETA- LACTAMASE (ESBL) PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X SEMARANG
π Abstract
berisiko meningkatkan morbiditas, mortalitas. Kejadian infeksi ESBL di ruang rawat inap area A Rumah Sakit X Semarang (2022) berjumlah 87 kasus. Transmisi kontak menjadi penyebab utama infeksi pelayanan kesehatan (Healthcare Associated Infections/ HAIs) dapat diputus rantai penularan dengan hand hygiene. Duta cuci tangan berperan sebagai promosi kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan cuci tangan yang sangat sangat efektif mengurangi risiko infeksi ESBL. Tujuan: Peran duta cuci tangan sebagai continuitas improvement implementasi promosi kesehatan, meningkatkan motivasi, kepatuhan dan budaya 5 moment cuci tangan sehingga dapat menurunkan kejadian infeksi ESBL pasien rawat inap dan meningkatkan patient safety. Metode: Desain penelitian pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan data primer (wawancara petugas) dan sekunder (Hasil audit kepatuhan cuci tangan dan hasil kultur ESBL). Analisisi data uji t- test dan rancangan cross sectional pada 60 responden yang dipilih dengan tehnik purposive sampling. Kesimpulan: Peran duta cuci tangan meningkatkan kepatuhan 5 moment hand hygiene (p- value < 0, 005) terutama sangat signifikan pada moment I (p- value 0, 027) dan mengurangi kejadian infeksi ESBL 72, 2 % (14 kejadian ESBL).
βΉοΈ Informasi Publikasi
π HOW TO CITE
hardini, florentina; Hardini, Florentina, "EFEKTIFITAS PERAN DUTA CUCI TANGAN SEBAGAI IMPLEMENTASI PENGURANGAN RISIKO INFEKSI PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM BETA- LACTAMASE (ESBL) PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X SEMARANG," Jurnal Kesehatan Elisabeth, vol. 1, no. 1, Jul. 2024.