Berita Kampus
Mahasiswa Internasional Dalami Seni Batik di FKIP Univet Bantara
A
Admin PT - Universitas Veteran Bangun Nusantara
Penulis
103 views
2 menit baca
"FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menyelenggarakan kegiatan pembelajaran seni membatik bagi mahasiswa internasional sebagai bagian dari program pengenalan budaya Indonesia. Dalam kegiatan ini, mahasiswa asing mempelajari proses membatik mulai dari pengenalan motif, teknik mencanting, hingga pewarnaan kain dengan pendampingan dosen dan mahasiswa FKIP.
Dekan FKIP menyampaikan bahwa kegiatan ini mendukung internasionalisasi kampus melalui pendekatan budaya dan pendidikan, sekaligus memperkenalkan nilai filosofis dan kearifan lokal yang terkandung dalam batik. Program ini diharapkan memberikan pengalaman cultural immersion yang bermakna serta menjadi sarana diplomasi budaya melalui dunia pendidikan."
SUKOHARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menghadirkan pengalaman pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa internasional melalui pelatihan seni membatik dalam rangka pengenalan budaya Indonesia.
Sejumlah mahasiswa dari berbagai negara mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka mempelajari tahapan membatik secara langsung, mulai dari memahami ragam motif tradisional, praktik menggunakan canting, hingga proses pewarnaan kain. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dengan pendampingan dosen serta mahasiswa FKIP Univet Bantara.
Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, M.Pd., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kontribusi fakultas dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui integrasi budaya dan pendidikan. Menurutnya, batik tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga mengandung filosofi, pembentukan karakter, dan kearifan lokal. Melalui pembelajaran ini, mahasiswa internasional tidak sekadar menguasai teknik, melainkan juga memahami nilai budaya Indonesia sebagai sarana mempererat hubungan antarbangsa.
Ia menambahkan bahwa FKIP memiliki peran strategis dalam memperkenalkan budaya Nusantara sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus memperkuat posisi Univet Bantara sebagai kampus yang inklusif dan bersahabat bagi mahasiswa global.
Selama praktik, para mahasiswa asing tampak bersemangat ketika pertama kali menggunakan canting dan malam. Mereka juga aktif berdiskusi mengenai makna simbolik motif batik serta relevansinya dengan kehidupan sosial dan filosofi masyarakat Jawa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa internasional memperoleh pengalaman pendalaman budaya (cultural immersion) yang berkesan. Selain itu, program ini menjadi bentuk diplomasi budaya melalui jalur pendidikan. FKIP Univet Bantara berkomitmen untuk terus mengembangkan pembelajaran berbasis kearifan lokal yang selaras dengan dinamika global.
Sejumlah mahasiswa dari berbagai negara mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka mempelajari tahapan membatik secara langsung, mulai dari memahami ragam motif tradisional, praktik menggunakan canting, hingga proses pewarnaan kain. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dengan pendampingan dosen serta mahasiswa FKIP Univet Bantara.
Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, M.Pd., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kontribusi fakultas dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui integrasi budaya dan pendidikan. Menurutnya, batik tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga mengandung filosofi, pembentukan karakter, dan kearifan lokal. Melalui pembelajaran ini, mahasiswa internasional tidak sekadar menguasai teknik, melainkan juga memahami nilai budaya Indonesia sebagai sarana mempererat hubungan antarbangsa.
Ia menambahkan bahwa FKIP memiliki peran strategis dalam memperkenalkan budaya Nusantara sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus memperkuat posisi Univet Bantara sebagai kampus yang inklusif dan bersahabat bagi mahasiswa global.
Selama praktik, para mahasiswa asing tampak bersemangat ketika pertama kali menggunakan canting dan malam. Mereka juga aktif berdiskusi mengenai makna simbolik motif batik serta relevansinya dengan kehidupan sosial dan filosofi masyarakat Jawa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa internasional memperoleh pengalaman pendalaman budaya (cultural immersion) yang berkesan. Selain itu, program ini menjadi bentuk diplomasi budaya melalui jalur pendidikan. FKIP Univet Bantara berkomitmen untuk terus mengembangkan pembelajaran berbasis kearifan lokal yang selaras dengan dinamika global.
Sumber:
Universitas Veteran Bangun Nusantara
Tentang Penulis
A
Admin PT - Universitas Veteran Bangun Nusantara
info@univetbantara.ac.id
Universitas Veteran Bangun Nusantara