Klaim Artikel Anda
Verifikasi kepemilikan artikel akademik
Apakah artikel-artikel ini milik Anda?
Daftarkan diri Anda sebagai author untuk mengklaim artikel dan dapatkan profil akademik terverifikasi dengan fitur lengkap.
Badge Verifikasi
Profil terverifikasi resmi
Statistik Lengkap
H-index, sitasi, dan metrik
Visibilitas Tinggi
Tampil di direktori author
Kelola Publikasi
Dashboard artikel terpadu
Langkah-langkah Klaim Artikel:
- 1. Daftar akun author dengan email akademik Anda
- 2. Verifikasi email dan lengkapi profil
- 3. Login dan buka menu "Klaim Artikel"
- 4. Cari dan klaim artikel Anda
- 5. Tunggu verifikasi dari admin (1-3 hari kerja)
Menampilkan 101–106 dari 106 artikel
BAHAN BIOMATERIAL STAINLESS STEEL DAN KERAMIK
Majalah Ilmiah Momentum
Vol 6
, No 1
(2010)
Di Indonesia banyak bahan yang dapat dijadikan biomaterial. Bahan baku
ferrokrom untuk membuat stainless steel, alumina untuk keramik. Bahan
stainless steel mempunyai kekuatan baik tetapi kurang bagus untuk jaringan
dan keramik bahan yang rapuh tetapi cocok untuk jaringan. Diharapkan
adanya penelitian lanjut untuk bahan komposit campuran keduanya.
Kata kunci : SS 316L, keramik, biomaterial
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
PENGARUH PERBANDINGAN SEMEN POZOLAN DAN SEMEN PORTLAND TERHADAP KEKEKALAN BENTUK DAN KUAT TEKAN SEMEN
Majalah Ilmiah Momentum
Vol 5
, No 2
(2009)
Semen merupakan bahan pengikat yang biasa digunakan dalam konstruksi bangunan.Tanah Pozolan atau lebih dikenal dengan tanah Tras mempunyai sifat semen, oleh karena itu untuk mengoptimalkan kegunaan tanah Tras perlu diteliti pengaruh penambahan semen Tras pada semen Portland, selanjutnya campuran semen tersebut diukur kuat tekan dan kekekalan bentuknya.Percobaan yangtelp : (024)7460058 dilakukan adalah dengan mencampur tanah Tras dan Kapur pada perbandingan 4:1, kemudian campuran tanah Tras dan k...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
REKAYASA PEMBUATAN FURNACE DENGAN KAPASITAS 2400 WATT
Majalah Ilmiah Momentum
Vol 5
, No 2
(2009)
Furnace adalah jenis dapur pemanas yang sering digunakan dalam bidang teknik. Furnace digunakan untuk memanaskan bahan (spesimen) disesuaikan dengan kebutuhan. Tingkat pemanasan tergantung dari jenis bahan atau material. Furnace ini nantinya dapat digunakan untuk memanaskan bahan (spesimen) sampai dengan suhu 850°C. Dan disini yang menjadi sasaran analisis ialah laju perpindahan kalor yang hilang merambat melalui dinding bata tahan api dan pelat baja. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan nila...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
PENGARUH TEMPERATUR, WAKTU PENAHANAN DAN FRAKSI VOLUME SINTERING KOMPOSIT SERBUK SILI- KA – PVC TERHADAP AKURASI DI- MENSI
Majalah Ilmiah Momentum
Vol 5
, No 1
(2009)
Pengembangan alat deposisi dengan komposit serbuk Silika-PVC dengan
proses sintering untuk cast molding merupakan teknologi yang tepat un-
tuk memberikan solusi alternatif terhadap teknologi lain yang terbatas
akibat harga mesin atau proses yang masih relatif tinggi dalam pengap-
likasiannya diantaranya SLS. Dengan proses sintering komposit serbuk
Silika-PVC dengan variabel fraksi volume diharapkan menghasilkan sua-
tu produk dengan kekuatan tarik yang optimum untuk apikasi selanjut-
nya. Fak...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
MACAM-MACAM MIKROSKOP DAN CARA PENGGUNAAN
Majalah Ilmiah Momentum
Vol 4
, No 2
(2008)
Mikroskop alat yang sering digunakan peneliti untuk melihat benda yang berukuran kecil atau struktur dari material. Model mikroskop yang bermacam-macam menjadikan cara penggunaan yang berbeda sehingga perlu adanya ulasan tentang alat ini. Tulisan ini menyajikan cara kerja mikroskop optik, Scanning Electron Microscopy (SEM), dan Transmition Electron Microskopy (TEM) serta cara membuat spesimen yang digunakan untuk TEM. Kata kunci: Mikroskop, SEM, TEM
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
PENGARUH UKURAN BUTIRAN ADSORBEN KHITOSAN TERHADAP DERAJAD ADSORPSI/PENJERAPAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu2+)
Majalah Ilmiah Momentum
Vol 4
, No 1
(2008)
Kandungan logam berat tembaga, Cu di dalam limbah cair kerajinan elektroplating sangat tinggi, melebihi ambang batas yang ditentukan pemerintah. Di salah satu kerajinan elektroplating di sekitar Lingkungan Industri Kecil (LIK) di Semarang kandungan ion tembaga, Cu2+mencapai 0,77 mg/L padahal standar baku mutu air limbah untuk kadar ion Cu adalah 0.19mg/L. Alternatif pengelolaan limbah ini bisa dilakukan dengan operasi adsorpsi menggunakan adsorben Khitosan. Elektron nitrogen pada gugus amino y...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI