Klaim Artikel Anda
Verifikasi kepemilikan artikel akademik
Apakah artikel-artikel ini milik Anda?
Daftarkan diri Anda sebagai author untuk mengklaim artikel dan dapatkan profil akademik terverifikasi dengan fitur lengkap.
Badge Verifikasi
Profil terverifikasi resmi
Statistik Lengkap
H-index, sitasi, dan metrik
Visibilitas Tinggi
Tampil di direktori author
Kelola Publikasi
Dashboard artikel terpadu
Langkah-langkah Klaim Artikel:
- 1. Daftar akun author dengan email akademik Anda
- 2. Verifikasi email dan lengkapi profil
- 3. Login dan buka menu "Klaim Artikel"
- 4. Cari dan klaim artikel Anda
- 5. Tunggu verifikasi dari admin (1-3 hari kerja)
Menampilkan 8381–8390 dari 8647 artikel
RESPON TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica Juncea L.) TERHADAP KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN MACAM MEDIA TANAM
Joglo: Jurnal Pertanian dan Pangan
Vol 25
, No 2
(2013)
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan respon terbaik dari tanaman sawi hijau terhadap : (1) konsentrasi pupuk organik cair (POC), (2) macam media tanam, dan (3) konsentrasi POC dan macam media tanam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi pupuk organik cair (K) yang terdiri atas 4 taraf dan macam media tanam (M) yang terdiri atas 3 taraf., ,Masing-massing kombinasi perlakuan diulang 4 kali. Analisis data menggunakan Analisis Ragam...
Sumber Asli
Google Scholar
KULIT BUAH JENGKOL (PITHECELLOBIUM JIRINGA) SEBAGAI BIOHERBISIDA GULMA PADI SAWAH
Joglo: Jurnal Pertanian dan Pangan
Vol 25
, No 2
(2013)
ABSTRAKKulit buah jengkol dapat digunakan sebagai bioherbisida pada pertanaman padi sawah. Penelitian ini betujuan unark menennrkan takaran kulit buah jengkol yang efektif menghambat pertumbuhan guhna padi sawah. Perilaku terdiri bebas gulma, bergulma, penyiangan umur 21 dan 42 hari setelatr tanam (hst), aplikasi kulit buah jengkol 10 dan 15 ton. ha-1. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi kulit buah jengkol 10 dan 15 ton.ha-1 dapat menggantikan penyiangan pada umur 21 dan 42 hst dan secara nyat...
Sumber Asli
Google Scholar
PRINSIP DUE PROCESS OF LAW DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK MENURUT UNDANG-UNDANG NO.3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK
Exsplorasi: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Vol 23
, No 1
(2013)
ABSTRACTPrinciple of due process of law related with child criminal have been regulated in UU No.8 Tahun 1981 about Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) jo UU No.3 Tahun 1997 about Pengadilan Anak. In KUHAP, there are ten principles must be basic in criminal justice system and in UU No.3 Tahun 1997 requirment for criminal justice system to child criminal likes special investigator, prosecutor , and judge. Beside that there is society conceling from Social Departement. Investigation of...
Sumber Asli
Google Scholar
DETONASI PADA PEMBAKARAN
Majalah Ilmiah Momentum
Vol 4
, No 2
(2013)
Pembakaran merupakan proses penting dalam konversi energi. Detonasi sebagai salah satu fenomena pembakaran, mempunyai peran penting dalam aplikasi dan sering dikaitkan dengan engine knocking. Detonasi merupakan fenomena yang sulit dijelaskan dan hanya bisa diamati tingkat keadaan akhirnya secara eksperimental. Dua teori yang menggambarkan tingkat keadaan detonasi adalah Chapman-Jouguet dan ZND. Secara eksperimen, tingkat keadaan akhir detonasi mengikuti teori ZND. Kata kunci: detonasi, pe...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
PERKEMBANGAN SISTEM PERADILAN PIDANA
Wacana Hukum
Vol 2
, No 4
(2013)
ABSTRAK :Sistem peradilan pidana untuk pertama kali diperkenalkan oleh pakar hukumpidana dan para ahli dalam “criminal justice science†di Amerika Serikat seiringdengan ketidakpuasan terhadap mekanisme kerja aparatur penegak hukum daninstitusi penegakan hukum yang didasarkan pada pendekatan hukum danketertiban. Dalam literatur dikenal beberapa model peradilan pidana yakni CrimeControl Model, Due Process Model,Family Model dan Integrated Model.Kata Kunci : Sistem peradilan Pidana
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
Doktrin Precedent dan Plea Bargaining System
Wacana Hukum
Vol 1
, No 1
(2013)
AbstrakDoktrin precedent dikenal dalam tatanan hukum Anglo Saxon, dimana hakim terikat pada putusan hakim terdahulu jika menghadapi kasus-kasus yang mirip. Di Amerika Serikat menganut the binding precedent dan persuasive precedent,sedangkan di Inggris menganut “the binding precedentâ€. Dalam sistem hukum acara pidana di Amerika Serikat juga mengenal plea bargaining system dimana antara jaksa dan terdakwa atau pembelanya dimungkinkan melakukan negosiasi jenis kejahatan yang akan dikenakan dan...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
BEBERAPA HAL TENTANG HUKUM PIDANA LINGKUNGAN
Joglo: Jurnal Pertanian dan Pangan
Vol 18
, No 1
(2013)
ABSTRACTThe environmental law may be enforced by administrative instrument, civilinstrument, and criminal law instrument. All of them are of the same importance.The enforcement of environmental law requires understanding and cooperationbetween the administrative authority, the police and the public prosecutor.Keywords : The environmental law
Sumber Asli
Google Scholar
UJI DOSIS PUPUK KANDANG DAN DOSIS PUPUK KCl TERHADAP PRODUKTIVITAS KACANG TANAH ( Arachis hypogaea L ) PADA TANAH GRUMUSOL
INNOFARM : JURNAL INOVASI PERTANIAN
Vol 11
, No 1
(2013)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : pengaruh interaksi antara dosis pupuk kandang dan dosis pupuk KCl, pengaruh dosis pupuk kandang, dan pengaruh dosis pupuk KCl terhadap produktivitas kacang tanah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu dosis pupuk kandang (P) yang terdiri atas 4 taraf dan dosis KCl (K) yang terdiri atas 4 taraf. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Analisis data menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutk...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
REALISME HUKUM DAN KRITIKNYA TERHADAP POSITIVISME HUKUM
Dinamika Hukum
Vol 1
, No 1
(2013)
ABSTRAKSaintifikasi hukum modern sangat dipengaruhi oleh kemunculan paradigma positivisme di dalam ilmu pengetahuan modern. Karakter utama hukum modern adalah sifatnya yang rasional. Rasionalitas ini ditandai oleh sifat peraturan hukum yang prosedural. Prosedur, dengan demikian menjadi dasar legalitas yang penting untuk menegakan apa yang disebut keadilan, bahkan prosedur menjadi lebih penting daripada bicara tentang keadilan (justice) itu sendiri. Kaum legal realist menekankan arti pentingnya e...
Sumber Asli
Google Scholar